Adzan Subuh belum berkumandang. Mbak Ami sudah menggelitik telapak kakiku, begitulah caranya membangunkanku. Menyuruhku segera bangkit dan tidak henti-hentinya membombardir teman-teman yang lain untuk semangat dalam pelaksanaan NOBAR ( Nonton Bareng) “Tears of Gaza” kerjasama dengan Sahabat Al-Aqsha Jakarta. Beberapa pengurus sedang sibuk dengan rutinitasnya, otomatis panitia pelaksanaan nobar hanya sedikit orang saja. Maka dengan jumlah panitia yang tidak banyak itu kita ingin membuktikan bahwa kita bisa melaksanakan acara langka ini dengan baik dan sukses. Mulai dari persiapan tempat, konsumsi, perlengkapan yang dibutuhkan pada saat acara, penyebaran undangan, mencari tempat penginapan bahkan menjemput Ustadz Dzikrullah beserta rombongannya ke Surabaya. Semua itu kami kerjakan bersama-sama.
Adzan Subuh belum berkumandang. Mbak Ami sudah menggelitik telapak kakiku, begitulah caranya membangunkanku. Menyuruhku segera bangkit dan tidak henti-hentinya membombardir teman-teman yang lain untuk semangat dalam pelaksanaan NOBAR ( Nonton Bareng) “Tears of Gaza” kerjasama dengan Sahabat Al-Aqsha Jakarta. Beberapa pengurus sedang sibuk dengan rutinitasnya, otomatis panitia pelaksanaan nobar hanya sedikit orang saja. Maka dengan jumlah panitia yang tidak banyak itu kita ingin membuktikan bahwa kita bisa melaksanakan acara langka ini dengan baik dan sukses. Mulai dari persiapan tempat, konsumsi, perlengkapan yang dibutuhkan pada saat acara, penyebaran undangan, mencari tempat penginapan bahkan menjemput Ustadz Dzikrullah beserta rombongannya ke Surabaya. Semua itu kami kerjakan bersama-sama.
Airi. J
Seperti burung cuma tidak persis karena punya akal dan perasaan, melangkah dengan bersahaja, apa lagi soal ngisi perut saja lebih banyak kosongnya dari pada isinya, munkin bisa dibilang masih beruntungan burung yang disekitar kita, pergi pagi dengan perut kosong, pulang sore penuh makanan di dalam kantong tubuhnya.
Seperti burung cuma tidak persis karena punya akal dan perasaan, melangkah dengan bersahaja, apa lagi soal ngisi perut saja lebih banyak kosongnya dari pada isinya, munkin bisa dibilang masih beruntungan burung yang disekitar kita, pergi pagi dengan perut kosong, pulang sore penuh makanan di dalam kantong tubuhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact